Saturday, May 25, 2013

Sebelum anda bisa mengembangbiakkan sekaligus merawat kucing persia, anda tentu harus tahu apa itu kucing persia sekaligus sejarahnya. Karena tak sembarang anda harus mengenal kucing jenis ini. Tak sembarang kucing atau bisa dibilang ini adalah kucing mahal yang perlu mengeluarkan uang untuk memilikinya.


Akita Inu  adalah salah satu dari anjing trah Jepang. Nama resmi jenis anjing ini adalah Akita Inu. Anjing ini berukuran besar, memiliki keseimbangan tubuh dan proporsi tubuh yang baik, dan bertubuh kekar. Sifatnya tenang, setia, penurut, mudah diajar.

Perbandingan tinggi badan (diukur dari permukaan tanah sampai ke pundak) dan panjang badan (diukur dari pundak hingga titik di pantat) adalah 10 : 11. Anjing betina memiliki tubuh yang lebih panjang. Betinanya memiliki tinggi sekitar 24 sampai 26 inchi, dan jantan 26 sampai 28 inci


Bulu bagian luar kasar dan lurus, sementara bulu lapisan dalam halus dan rapat. Bagian pundak dan belakang paha ditutupi bulu yang lebih panjang. Bulu ekor lebih panjang dari bulu badan. Warna cokelat agak kuning redup, sesame (cokelat agak kuning redup dengan ujung hitam), seperti loreng (brindle), dan putih. Kecuali anjing warna putih, semua warna harus memiliki urajiro (bulu bagian dalam berwarna putih di moncong, pipi, rahang bawah, leher, dada, badan dan ekor, serta bagian dalam paha). Ukuran tinggi pada pundak 67 cm, sementara betina 61 cm, masing-masing dengan toleransi 3 cm. Akita mengalami pergantian bulu 2 kali dalam setahun.


Di Jepang, negara asalnya, Akita dideskripsikan sebagai "lembut di hati, kuat di tenaga". Pada mulanya ras ini dibiakkan untuk keperluan berburu beruang namun kini orang Jepang menggunakannya sebagai anjing polisi.


Selain itu, Akita sering dianggap sebagai pendamping setia dan lambang kesehatan yang baik oleh orang Jepang. Seorang bayi yang baru lahir biasanya menerima kado berupa patung Akita kecil yang melambangkan kesehatan, kebahagiaan, dan panjang umur. Patung yang sama juga dikirimkan pada orang sakit dengan harapan agar orang tersebut cepat sembuh.


Mungkin karena kedekatannya dengan budaya Jepang inilah anjing ras Akita dinyatakan sebagai monumen nasional, serta menjadi salah satu harta bangsa Jepang.

sumber

Beo nias merupakan salah satu subspesies (anak jenis) burung beo yang hanya terdapat (endemik) di pulau Nias, Sumatera Utara. Beo nias yang mempunyai ukuran paling besar dibandingkan subspesies beo lainnya paling populer dan banyak diminati oleh para penggemar burung beo lantaran kepandaiannya dalam menirukan berbagai macam suara termasuk ucapan manusia. Sayang, beo nias yang endemik Sumatera Utara ini semakin hari semakin langka.

Subspesies beo yang mempunyai nama latin Gracula religiosa robusta ini sering disebut juga sebagai Ciong atau Tiong. Dalam bahasa Inggris, burung endemik ini biasa disebut Common Hill Myna.

  • Ciri dan Tingkah Laku Beo Nias. 
Beo nias (Gracula religiosa robusta) termasuk burung berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 40 cm. Ukuran beo nias lebih besar dari pada jenis beo lainnya.

  • Kepala burung beo nias
Bagian kepala burung beo nias berbulu pendek. Sepanjang cuping telinga beo nias menyatu di belakang kepala yang bentuknya menggelambir ke arah leher. Gelambir cuping telinga ini berwarna kuning mencolok.

Di bagian kepala beo nias juga terdapat sepasang pial yang berwarna kuning dan terdapat di sisi kepala. Iris mata burung endemik ini berwarna coklat gelap. Paruhnya runcing berwarna kuning agak oranye. Hampir seluruh badan beo nias tertutup bulu yang berwarna hitam pekat, kecuali pada bagian sayap yang berbulu putih. Kaki burung endemik nias ini berwarna kuning dengan jari-jari berjumlah empat. Tiga jari di antaranya menghadap ke depan, sedangkan sisanya menghadap ke belakang.

Beo nias (Gracula religiosa robusta) hidup secara berpasangan atau berkelompok. Burung pengicau endemik pulau Nias ini biasa bersarang dengan membuat lubang pada batang pohon yang tinggi dan tegak. Burung beo nias adalah pemakan buah-buahan dan sesekali memakan serangga.

Ciri yang membedakan burung beo nias dengan jenis beo lainnya adalah ukuran tubuhnya yang lebih besar serta sepasang gelambir cuping telinga berwarna kuning pada Beo Nias yang menyatu sedangkan beo biasa terpisah.

  • Habitat dan Persebaran
Burung beo nias (Gracula religiosa robusta) merupakan satwa endemik Sumatera Utara yang hanya bisa dijumpai di Pulau Nias dan sekitarnya seperti Pulau Babi, Pulau Tuangku, Pulau Simo dan Pulau Bangkaru.

Burung beo nias (Gracula religiosa robusta) endemik Sumatera Utara. Burung beo nias menyukai hutan yang dekat perkampungan atau tempat terbuka pada daerah dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dpl. sebagai habitatnya.

  •   Populasi dan Konservasi
Populasi burung endemik yang menjadi fauna identitas Sumatera Utara ini hingga sekarang tidak diketahu dengan pasti. Namun yang pasti semakin hari burung pengicau ini semakin sulit ditemukan di alam liar. Bahkan IPB bersama Kementerian Kehutanan yang pernah melakukan penelitian dari 1996-1997 hanya bisa menemukan 7 ekor burung beo nias saja.

Secara umum spesies beo didaftar sebagai Least Concern dalam IUCN Redlist dan dimasukkan dalam CITES Apendiks II, namun populasi beo nias yang trerdapat di alam liar semakin langka.

Di Indonesia, beo nias menjadi salah satu satwa yang dilindungi bahkan oleh pemerintah kolonial Belanda sekalipun. Berbagai peraturan perundangan yang menyertakan beo nias dalam daftar satwa yang dilindungi dari kepunahan antara lain Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931, Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 421/Kpts/Um/8/1970, Undang-undang No. 5 Tahun 1990, dan Peraturan pemerintah No. 7 Tahun 1999.

Semoga saja beo nias, Sang Peniru yang ulung ini masih mendapat perhatian dari kita semua untuk bisa bertahan di alam liar dan janganlah tergantikan oleh manusia-manusia yang suka membeo.

Kucing Ragdoll adalah kucing paling jinak dari semua ras kucing yang ada di dunia ini. Di sebut Ragdoll karena kucing ini sangat suka berbaring di lengan kita. Kucing ragdoll sangat penyayang dan ramah sehingga bisa menjadi hewan peliharaan dan sahabat yang baik.

Kucing Ragdoll sangat mudah di ajari. Berdasarkan penelitian, kucing ragdoll akan  bersemangat untuk memperhatikan aktivitas ketika Anda memberi mereka bonus atau hadiah untuk prestasi.


Ann Baker seorang pembiak kucing persia di California, tahun 1963 mengawinkan kucing Blackie (kucing persia jantan berwarna hitam) dengan kucing bernama Josephine (kucing betina berwarna putih dengan fisik seperti angora yang mempunyai panjang bulu medium). Hasil perkawinan inilah yang menjadi cikal bakal kucing Ragdoll. Ann Baker kemudian mendirikan sebuah organisasi khusus penggemar kucing ragdoll pada tahun 1971 yang masih berdiri hingga saat ini. Kemudian ada suami istri membeli sepasang Ragdoll dari IRCA dan bermaksud membuat standar dan menstabilkan sifat-sifat genetik Ragdoll agar dapat diterima oleh semua asosiasi penggemar kucing. 


Dari sebuah program breeding dengan seleksi yang ketat akhirnya dihasilkan sifat-sifat standar Ragdoll. Kemudian didirikanlah organisasi Ragdoll Fanciers Club International (RFCI) yang bertujuan menyebarluaskan ras ini dan membuat aturan dan panduan bagi para pembiak Ragdoll. 



 
Warna kucing ini cokelat tua, abu-abu, variasi putih, biru, seal, lilac, dsb. Perangainya sangat tenang, cepat bersosiasi dan akrab dengan pemiliknya, terkenal cerdas, elegan, sopan dan sempurna untuk anak-anak.

  
Ciri kucing Ragdolls adalah besar, bertulang tebal, berat, memiliki bahu, dada, dan cakar yang lebar. Bulu-bulunya panjang dan tebal terutama di sekitar leher. Matanya biru, bulat dan besar. Bulu di kaki belakang lebih panjang dari yang di depan. Seperti kucing berbadan besar lainnya, ragdoll dewasa pada umur tiga tahun. Betina biasanya lebih kecil dari jantan dengan berat rata-rata 5-7,5 kg, sedangkan jantan bisa mencapai berat 6-10 Kg atau lebih. Anak kucing ragdoll lahir dengan warna putih kemudian baru warna-warna lain muncul, dan menjadi kucing dewasa pada umur sekitar 3 tahun.

Friday, January 18, 2013


Hingga saat ini, akuarium masih merupakan penghias ruangan yang indah dan menarik, apalagi bila ikan didalamnya dari jenis yang mahal. Tetapi tidak jarang ditemui akuarium yang ikannya terlihat malas bergerak, sehingga mengurangi keindahan. 

Bagaimana agar ikan dapat sehat, lincah dan enak dilihat ?